resep

"Resep boleh serupa, tapi tangan tak sama, rezeki tak sama" .Karnanya bila kali ini gagal, bukan karna tak bisa, tapi hanya belum rezekinya sahaja

Sunday, April 29, 2007

Seafood (*Tips*)

UDANG

Memilih udang segar:
- Udang segar akan menyebarkan aroma yang khas.
- Jangan pilih udang yang sudah berbau busuk.
- Udang yang sudah membusuk, badannya lembek. Karena itu, pilih udang yang badannya masih keras.

- Warna udang segar jernih berseri, tidak ada bintik-bintik hitam.


Cara menguliti:
Mengu
liti udang yang kecil memang tak mudah. Selain licin, kulitnya pun seakan menempel pad dagingnya. Nah, supaya mudah mengolahnya, cucilah lebih dulu udang hingga bersih. Masukkan ke dalam sebuah wadah, lalu siram dengan air panas secukupnya. Seketika, warna kulit udang pun akan berubah menjadi merah. Setelah itu, buang air panasnya. Kini, udang siap dikuliti.
Untuk menguliti udang, peganglah udang dengan kepala ada di tangan kanan. Putuskan kepalanya tepat di antara batas kepala dan badan. Setelah kepala lepas, kuliti seluruh tubuh udang, mulai bagian atas ke bawah. Jika Anda harus menyisakan ekornya, berhentilah menguliti hingga ruas kulit kedua dari ekor.
Belah punggung udang yang sudah Anda kuliti, sepanjang badannya dan tak lebih dari setengah cm dalamnya. Keluarkan isi perut udang
yang berada di punggung tersebut, yang bentuknya seperti tali berwarna hitam. Setelah itu, cuci bersih. Untuk mengawetkannya dalam freezer, tiriskan udang tersebut untuk beberapa saat lamanya, lalu masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah lain.


Tips memasak udang:
Daging udang amat lembut, karena itu, hindari memasak terlalu lama di atas api. Pakailah api besar supaya udang cepat matang. Jika terlalu lama, akan menyebabkan air tubuh udang yang sebenarnya penuh gizi jadi larut. Supaya udang rebus tampak cantik kemerah-merahan dan tidak anyir, masukkan setetes cuka ke dalam air rebusannya.

KEPITING DAN RAJUNGAN
Mem
ilih kepiting atau rajungan segar:
- Pilih kepiting atau rajungan yang masih lengkap jari-jarinya, terutama yang capitnya bel
um putus.
- Perhatikan matanya, jika bergerak masuk-keluar, tandanya ia masih hidup. Jari-jari yang bergerak pun bisa dijadikan patokan apakah binatang itu masih hidup atau sudah mati.
- Karena lazimnya dijual dalam keadaan terikat, angkatlah badannya. Bila terasa ringan, artinya dagingnya kurang padat. Kepiting yang berat adalah yang gemuk.
- Jangan sekali-sekali memilih kepiting yang kecil-kecil, karena sulit untuk mengeluarkan dagin
gnya.


Cara membersihkan kepiting:
Denga
n keadaan masih terikat, tanpa dicuci lebih dulu, letakkan kepiting atau rajungan di atas talenan, dengan bagian dada menghadap ke Anda. Belah kepiting tepat di tengah badan dengan pisau tajam. Setelah jari-jarinya tak bergerak lagi, lepaskan tali yang mengikat badannya. Tanggalkan batok yang tinggal separuh, Anda akan melihat insang kepiting. Angkat dan buang. Tanggalkan pula ujung-ujung jari kepiting yang tak ikut dimasak karena tak ada dagingnya.
Cucilah bersih-bersih di bawah keran air, sambil membuang isi perut yang tampak kehijau-hijauan. Bagian yang berwarna kekuning-kuningan di dalam tubuh kepiting bukanlah kotoran, melainkan lemak. Jika Anda suka, bisa ikut dimasak.
Setelah benar-benar bersih, pukul capi dengan gagang pisau supaya tak retak. Dengan demikian, bumbu akan meresap hingga ke daging capit dan saat makan Anda tak sulit lagi mencari alat untuk memecahkannya. Batok kulit yang sudah dilepas tak perlu dibuang, jika di sekitar bagian dalam tampak ada sesuatu yang menempel. Bagian ini pun enak dimakan. Cuci saja di bawah aliran air, tanpa dikorek.


Tips memasak kepiting:

Cuci kepiting di bawah keran air dengan tuuh masih terikat. Gunakan sikat gigi untuk menyikat sela-sela jari yang biasanya terkena lumpur. Setelah itu, rebus sepanci air. Bila sudah mendidih, masukkan kepiting satu-persatu. Setelah kira-kira 15 menit dan batok kepiting sudah berwarna merah, angkat lalu tiriskan. Kini, dengan mudah Anda dapat menguliti kepiting dan mengumpulkan dagingnya untuk dimasak (misalnya untuk sup kepiting).

CUMI-CUMI
Memilih c
umi-cumi segar:
- Cumi-cumi yang kecil biasanya badannya berwarna keunguan bertitik-titik hitam, sedang cumi-cumi yang bes
ar (hingga 20 cm) biasanya berwarna putih dengan sedikit titik-titik hitam. Pilihlah cumi yang badannya kenyal dan tampak segar. Cumi yang layu dan tidak mengkilap lagi biasanya sudah hampir membusuk.
- Cumi akan menciut usai diolah. Karena itu, hitunglah berapa jumlah ekornya dalam sekilo. Dengan demikian, Anda tidak kecewa ketika sekilo cumi yang Anda beli ternyata hanya menjadi satu porsi hidangan, yang tentu tak sepadan dengan jumlah anggota keluarga.


Membersihkan cumi-cumi:
Pisahkan kepala dari badan dengan menariknya perlahan. Buanglah
kantung tinta yang terdapat di bawah rahang dengan pisau. Jika Anda tak berhati-hati, kantung tinta itu bisa pecah. Bagi yang suka, kantung tinta ini bisa ikut diolah, karena lebih gurih. Namun, demi penampilan, biasanya kantung tinta ini dibuang.
Masukkan telunjuk ke dalam kantung tubuh cumi dan tarik keluar kotoran yang ada di dalamnya yang bentuknya bulatan kecil. Selebihnya, yanga da di kantung tubuh adalah lemaknya. Ketika Anda memasukkan jari ke dalam tubuh cumi, Anda akan menyentuh tulang rawan di bagian pungung sebelah dalam. Tulang rawan ini mencuat ke atas, persis di tengah punggung. Tariklah tulang rawan yang pipih bening berbentuk perisai tersebut.
Setelah itu, cuci badan cumi di bawah aliran keran hingga benar-benar bersih, termasuk kepalanya. Setelah bersih, masukkan kepala cumi ke badan masing-masing. Sebaiknya, masukkan secara terbalik. Dengan cara ini, cumi yang sudah diolah kan tampak bulat dan tidak peot.


Tips memasak cumi:
Masukkan cumi yang sudah dicuci bersih ke dalam wajan. Taburkan sedikit garam dan gula pasir, nyalakan api kecil, dan tutup wajan. Tak lama kemudian, cumi akan mengeluarkan air. Setelah airnya surut, tuangkan sedikit minyak goreng. Bolak-balik hingga airnya betul-betul kering.



dikutip dari Tabloid Nova



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...